NIAT KUNCI AMAL

MUNTAMAR
0

 


عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه

وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ  

فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .

 [رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو

الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة] 

Dari Amirul Mukminin, Abu Hafs Umar bin Khattab ra, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘sesungguhnya setiap perbuatan bergantung pada niatnya dan setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Barang siapa yang khijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasulnya. Dan barang siapa yang khijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

SYARAH HADITS ARBAIN AN-NAWAWI

Setiap tetesan keringatnya akan dinilai sebagai ibadahkepada Allah yang berpahala. Akan tetapi, jika niatnya hanya untuk menumpuk harta, ia tidak akan mendapatkan pahala. Harta yang dikumpulkan akan ditinggalkan, apa yang dimakan akan menjadi kotoran, dan apa yang dipakai akan using. Maka solusinya ialah kita harus menghadirkan niat yang ikhlas dalam setiap aktivitas kita. Pun menjauhi hal-hal yang dapat merusakkan keikhlasan kita, seperti pamer, menginginkan pujian dari orang lain, dan mengharapkan sanjungan darinya.

Niat yang baik akan membuahkan hasil yang baik. Dalam kitab shahih al-Bukhari disebutkan, “Barang siapa meminjam harta orang lain dengan niat akan melunasinya, maka Allah akan membantu melunaskannya. Sebaliknya, barang siapa meminjam harta orang lain dengan niat ingin menghanguskannya, maka Allah akan mengazabnya di akhirat.”

Perhatikanlah keajaiban niat dalam hadits tersebut. Niat yang baik menjadi penyebab kuat didapatkannya rezeki dan bantuan pembayaran utang yang diberikan Allah. Sebaliknya, niat yang jelek menjadi penyebab kehancuran dan kebinasaan. Kurang lebih, ini seperti law of attraction, hukum tarikmenarik. Niat yang baik berbalas kebaikan dan niat yang buruk akan berbalas keburukan.

PELAJARAN PENTING

  1. Niat ikhlas merupakan syarat diterima atau tidaknya suatu amal perbuatan.
  2. Manusia akan diberi pahala atau terhalang dari mendapat pahala atau bahkan mendapatkan dosa sangat berkorelasi dengan niat yang dimilikinya.
  3. Sesuatu yang mubah bisa menjadi bagian dari ketaatan jika diniatkan sebagai bentuk kebaikan. 

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)