Jika memiliki :
Ilmu yang tinggi dan wawasan yang luas
Koneksi dan jaringan di mana-mana
Posisi dan jabatan strategis
Harta kekayaan dan asset yang melimpah
Pasangan yang berpenampilan di atas standar rata-rata
Maka asumsi manusia pada umumnya, itulah kondisi yang berpotensi sangat besar untuk seseorang merasakan kebahagiaan.
Maka wajar dan sangat pantas, jika nyaris semua sumber daya yang dimiliki seseorang, siap dipertaruhkan guna meraihnya.
Islam sebagai agama yang sempurna, sama sekali tidak menghalangi apa lagi melarang seseorang untuk mengupayakannya.
Namun... Agar kebahagian yang diimpikan benar-benar bisa dinikmati, maka perlu aturan dan rambu-rambu yang mutlak dipatuhi, baik dalam proses pencapaiannya, maupun bentuk pengelolaan ketika telah sukses menapatkannya.
Mengabaikan syariat yang telah ditetapkan, pasti memicu masalah yang akan berujung pada penyesalan.
Taat pada syariat Allah, adalah kunci utama kebahagiaan, terlepas dari realitas yang sedang melingkupi kehidupan seseorang, walau ilmu terbatas, tidak populer, harta pas-pasan, jabatan tak punya, status sosial rendah, postur pasangan tidak layak "pajang", itu semua bukan penghalang buat mencicipi kebahagiaan hidup, apa lagi keselamatan di akhirat.
Waspadalah dengan rangkaian panjang pertanyaan Malaikat di hari perhitungan. Jangan bermimpi bisa lolos dengan trik-trik yang biasa digunakan saat di dunia, baik dengan aturan yang dibuat sendiri atau menyiasati aturan-aturan lainnya. Semua akan terdeteksi tuntas dan diteliti secara rinci.