هُوَ ٱلَّذِى يُصَوِّرُكُمۡ فِى ٱلۡأَرۡحَامِ كَيۡفَ
يَشَآءُ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
Dialah (Allah) yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana (Q.S Ali-Imran Ayat 6).
TAFSIT JALALAIN
(Dialah yang membentuk kamu dalam rahim
sebagaimana dikehendaki-Nya) apakah akan jadi laki-laki atau perempuan,
berkulit putih atau berkulit hitam dan sebagainya. (Tiada Tuhan melainkan Dia
Yang Maha Tangguh) dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) dalam tindakan dan
perbuatan-Nya.
Yakni menciptakan kalian di dalam rahim menurut yang dikehendaki-Nya, apakah laki-laki atau perempuan, apakah tampan atau buruk rupanya, dan apakah celaka atau bahagia.
TAFSIT IBNU KATSIR
Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa
lagi Mahabijaksana. (Ali Imran: 6) Artinya, Dialah Yang Maha Pencipta, dan
Dialah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan
milik-Nya-lah semua keagungan yang tak terbatas, hikmah, dan semua keputusan
hukum. Di dalam ayat ini terkandung sindiran dan bahkan cukup jelas bahwa Isa
ibnu Maryam adalah seorang hamba lagi makhluk, seperti manusia lainnya yang
diciptakan oleh Allah; karena Allah telah membentuknya di dalam rahim dan
menciptakannya sebagaimana dikehendaki-Nya, maka mana mungkin ia dianggap
sebagai tuhan seperti yang diduga oleh orang-orang Nasrani.
Sesungguhnya dia tumbuh di dalam rahim dan berubah-ubah dari satu keadaan kepada keadaan yang lainnya, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya: Dia menjadikan kalian dalam perut ibu kalian kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. (Az-Zumar: 6).
TAFSIR AL-AZHAR
“Dialah yang memberimu rupa di dalam kandungan-kandungan sebagaimana yang
dikekendaki-Nya'"
Sudah beribu-ribu tahun manusia ditakdirkan-Nya hidup dalam dunia ini, sudah beribu juta manusia yang mati dan 3.000.000.000 (tiga miliar) manusia yang ada sekarang, dan ini pun akan mati dan akan datang lagi berjuta-juta manusia sampai Hari Kiamat, tetapi tidak ada dua orang yang serupa, baik bentuk muka atau bunyi suara maupun sidik jari (rajah tangan). Semuanya itu Dia yang telah membentuknya, sejak lagi di alam rahim ibu, bahkan sejak lagi masih setetes mani. Tidak ada kekuasaan lain yang menandingi itu dan tidak pun Isa al-Masih sebab dia hanya makhluk. "Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Gagah Perkasa" Sehingga dari kegagahperkasaan-Nya manusia pun lahir ke dunia tidaklah atas kehendak manusia itu sendiri. Mau ataupun tidak mau mesti lahir.
“Yang Bijaksana."
sehingga selama hayat manusia masih dikandung badannya, tersedialah dengan
cukup penyambutan atas hidupnya.
Dengan inilah Allah memberikan persediaan atas Rasul-Nya menyambut utusan-utusan dari Najran, pun guna menetapkan dasar dari tauhid pegangan manusia. Dijelaskan terlebih dahulu bahwa rasul-rasul datang adalah dalam satu rangka tujuan dan kitab-kitab diturunkan pun untuk maksud yang sama. Sebab itu, Islam mengakui adanya Taurat dan adanya Injil, bersama adanya Al-Qur'an.
KEMENAG
Dengan
kodrat-Nya, dijadikan-Nya manusia bermacam-macam bentuk setelah melalui proses
demi proses, sejak dari sel mani yang menerobos ke dalam rahim, kemudian
menjadi sesuatu yang melekat pada dinding rahim, dan dari sesuatu yang melekat
itu menjadi segumpal daging yang melekat, akhirnya berbentuk manusia dan
lahirlah ia ke dunia (al-Mu'minun/23:12-14). Semuanya itu dijadikan Allah
sesuai dengan sunah (hukum) dan ilmu-Nya.
Kembali ke Qs. Al-Alaq bahwa Allah swt adalah Al-Khaliq
(sang pencipta), dan manusia adalah makhluk (yang diciptakan).