Bab keenam merupakan bagian terbesar dan inti dari kitab Al-Tibyan. Di dalamnya dibahas etika praktis ketika seseorang hendak dan sedang membaca Al-Qur'an.
1. Bersuci dan Bersiwak
- Dianjurkan membersihkan mulut dengan siwak sebelum membaca Al-Qur'an.
- Membaca Al-Qur'an dalam keadaan suci dari hadats kecil/besar adalah sangat dianjurkan. Orang berhadats kecil boleh membaca secara hafalan, namun orang junub dan wanita haid diharamkan melafalkan ayat Al-Qur'an.
2. Tempat dan Posisi Membaca
- Tempat terbaik adalah masjid karena kebersihannya dan bernilai iktikaf.
- Dianjurkan menghadap kiblat, duduk tenang, dan penuh khusyuk. Membaca saat berdiri, berbaring, atau berjalan di jalan tetap diperbolehkan selama tidak lalai.
3. Ta'awwudz, Basmalah, dan Tartil
- Disunahkan membaca Ta'awwudz (A'udzu billahi minas-syaithanir-rajim) sebelum mulai membaca.
- Selalu membaca Basmalah di awal setiap surah (kecuali Surah At-Taubah/Bara'ah).
- Membaca dengan tartil (perlahan dan jelas huruf demi huruf) agar dapat merenungi makna ayat.
4. Tadabbur dan Menangis Saat Membaca
Merenungi makna ayat (tadabbur) adalah tujuan utama pembacaan. Para salaf sering mengulang-ulang satu ayat sepanjang malam untuk menghayati maknanya. Disunahkan pula menangis atau mengusahakan menangis karena takut dan harap kepada Allah SWT.
5. Anjuran Berdoa Saat Melewati Ayat Rahmat/Azab
Saat melewati ayat tentang rahmat, disunahkan memohon karunia Allah. Saat melewati ayat tentang azab, disunahkan memohon perlindungan dari-Nya.
6. Membaca dari Mushaf vs Hafalan
Membaca dari Mushaf langsung memiliki keutamaan tersendiri karena menggabungkan ibadah membaca dan melihat teks Mushaf. Namun jika membaca secara hafalan lebih menambah kekhusyukan, maka membaca hafalan lebih diutamakan.