Anda jauh lebih beruntung

MUNTAMAR
0


Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Karena hanya melihat dari luar, kita mudah berpikir hidup orang lain lebih senang. Kita mudah berkhayal kalau apa yang mereka punyai juga kita miliki, maka hidup kita akan senang pula

Banyak orang yang tertimpa musibah dan banyak pula yang sabar. Anda bukanlah satu-satunya orang yang terkena kesulitan. Bahkan jika dibandingkan dengan orang lain, kesulitan yang Anda alami tidaklah seberapa. Lihatlah berapa banyak orang sakit yang terbaring di atas tempat tidur selama bertahun-tahun dan hanya bisa mengerang.


Lihatlah berapa banyak orang yang terpenjara bertahun-tahun. Mereka tidak dapat melihat matahari dan tidak tahu apa yang terjadi diluar selnya. Berapa banyak orang yang ditolak cintanya atau ditolak lamarannya. Berapa banyak pemuda yang kehilangan kesempatan, kehilangan kegesitan masa mudanya entah penyakit ataupun kecelakaan.


Saya mengenal seorang teman yang sangat enerjik ketika kuliah. Aktif dalam berbagai macam kegiatan. Pintar dalam banyak hal. Setelah lulus dia mengalami kecelakaan yang sangat fatal. Dia pingsan selama dua bulan karena mengalami pendarahan hebat di otaknya.


Dokterpun memutuskan mengoperasi kepalanya dan mengambil sebagian otaknya. Akibatnya semua ingatannya hilang. Tak ada satupun yang dia ingat. Dia lupa dengan seluruh keluarga dan temannya. Bahkan dia tidak bisa membaca dan menulis lagi. Dia juga lupa bagaimana membaca al Qur'an. Awalnya dia marah dan kecewa dengan kondisi seperti itu. Tapi ternyata semangatnya yang dulu masih tersisa. Secara perlahan dia kembali belajar untuk membaca dan menulis.


Ketika bertemu saya, ada ucapannya yang tidak bakal saya lupakan. Dia berkata "Mungkin dulu Anda adalah teman saya. Anda mengenal saya dan saya pun mengenal Anda. Tapi sekarang saya benar-benar lupa dengan Anda, saya mohon maaf. Saya sedang belajar mengingat kembali.


Ceritakanlah bagaimana saya dan Anda dulu berteman." Saya hampir menangis mendengar hal itu. Dia tersenyum lalu berkata, "Pasti dulu kita bersahabat dengan baik. Jangan sedih melihat saya, karena saya sudah ridha dengan apa yang terjadi pada diri saya."


Bandingkanlah apakah musibah yang Anda terima lebih besar dari teman saya itu. Banyak orang yang lebih besar musibahnya. Cobalah sesekali ke rumah sakit dan renungkan penderitaan para pasien disana. Percayalah Anda jauh lebih beruntung.


Bersabarlah karena pasti banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan

Semangat bisa padam dengan kesedihan. Kesedihan itu seperti demam yang akan melumpuhkan diri dari aktivitas kehidupan. Supaya terhindar dari hal itu Anda perlu menanamkan prinsip bahwa kesedihan adalah suatu pilihan bukan keharusan. Anda sendirilah yang memutuskan apakah Anda sedih atau tidak. Kalau Anda memilih tidak sedih maka Anda

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)