Allah akan mengganti dengan yang lebih baik
Allah tidak akan mengambil apapun dari manusia kecuali Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik. Itu akan terjadi apabila Anda mau bersabar dan ridha dengan keputusan-Nya. Janganlah merasa sedih atas suatu musibah, karena setiap musibah yang ditakdirkan Allah merupakan sebuah ujian yang telah disiapkan imbalannya berupa pahala besar yaitu surga. Biasakan untuk melihat sisi positif yang ada di balik setiap musibah. Siapa saja yang tetap beriman ketika terkena musibah dan kesulitan di dunia akan mendapat balasan yang sempurna di akhirat nanti.
Siapa saja yang tidak berkurang ketaatannya kepada Allah dan malah meningkat walaupun berbagai kesulitan menghadangnya, akan merasakan kenyamanan di akhirat. Sebaliknya, orang-orang yang tidak taat dan bergelimang dengan gemerlap kehidupan dunia yang semu, maka yang ada dalam benak mereka hanyalah rasa takut akan kehilangan kesenangan duniawi.
Oleh karena itu berbagai musibah dan kesulitan yang menimpa, terasa berat oleh mereka. Karena mereka hanya bisa melihat apa yang tampak di mata dan tidak bisa melihat sesuatu dibaliknya.
Saudaraku, apapun yang hilang adalah perantara untuk mendatangkan keuntungan. Sesungguhnya dalam setiap musibah terdapat isyarat bahwa orang itu akan mendapatkan sesuatu dari pencipta-Nya.
Semua nikmat atau musibah yang telah ditetapkan Allah akan mengenai Anda, pasti tidak akan meleset. Mengenai Anda pada waktunya. Walaupun seluruh manusia bersatu, Anda tidak bisa menghindarkan diri dari apa yang sudah ditakdirkan terjadi kepada Anda. Jika keyakinan ini tertanam dalam diri, tentu cobaan berat akan menjadi anugrah, ujian akan menjadi karunia.
Setiap cobaan mempunyai ganjaran sesuai dengan berat ringannya. Musibah apapun, sesungguhnya merupakan sesuatu yang telah ditakdirkan dan semua yang telah menjadi takdir Allah pasti terjadi. Kita tidak mempunyai pilihan lain, selain menerima takdir itu, karena Allahlah yang berhak menentukan.
Dengan adanya cobaan, Anda justru mendapat pahala dan dosa Anda pun akan diampuni. Apabila Anda tidak beriman kepada takdir, diri Anda tidak akan pernah merasa tenang, jiwa tidak akan tentram dan kegalauan selalu datang. Peristiwa yang Anda temui ibarat tinta yang telah mengering dan tak mungkin dihapus kembali. Penyesalan tidak akan membuat semua yang telah hilang kembali. Terimalah dengan rela sesuatu yang telah ditetapkan, sebelum Anda dikendalikan oleh amarah, penyesalan dan ratapan. Tenangkanlah diri dan yakinkan bahwa Anda telah berusaha melakukan yang terbaik.
Kalaupun merasa belum melakukan yang seharusnya Anda bisa lakukan, jangan menyesal. Ubahlah penyesalan itu menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi. Janganlah berpikir, seandainya aku melakukan begini dan begitu, niscaya akan begini dan begitu. Akan tetapi, yakinlah semua yang telah ditakdirkan dan dikehendaki Allah pasti terjadi.
Segala sesuatu pasti berputar. Seperti roda, ada saat di bawah dan ada saat di atas. Allah juga menciptakan segala sesuatu berpasangan. Ada laki-laki ada perempuan, ada siang ada malam, ada dingin ada api. Begitu pula ada kesusahan pasti ada kemudahan. Semuanya berputar saling bergantian. Namun semua harus dilakukan secara aktif.
Anda tidak akan mampu menghilangkan rasa lapar apabila Anda sendiri tidak berusaha untuk makan, tidak akan mampu menghilangkan rasa haus apabila Anda tidak berusaha untuk minum.